Gunung Cartenz jadi satu impian para pendaki, kelak jadi satu puncak yang akan disinggahi.
Sayang, butuh banyak biaya menuju titik tertinggi di Indonesia ini.
Seberapa mahal pendakian menuju Gunung Carstensz?
Seorang pendaki gunung dari Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina berbagi cerita tentang mahalnya pendakian Gunung Carstensz.
Leny mengatakan, kelompoknya yang beranggota lima orang menghabiskan biaya sekitar 55 juta per orang untuk mendaki Gunung Carstensz.
Ia menceritakan, biaya transportasi menuju ke Papua dan ditambahnya sewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
"Ada kultur-kultur masyarakat di sana yang belum teredukasi. Kalau sudah terorganisasi mungkin murah. Risiko-risiko yang tak terduga juga jadi alasan," kata Leny seperti dilansir TribunTravel.com dari Kompas.com.
Leny berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz bersama empat pendaki Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Mei lalu.
Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan, mahalnya biaya pendakian Gunung Carstensz lantaran letak gunung tersebut yang sulit dijangkau.
Misalnya dari Jakarta, lanjutnya, pendaki mesti menggunakan pesawat menuju Nabire, Papua selama enam jam.
Setelah itu, dari Nabire menyambung dengan pesawat kecil ke Desa Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
"Yang murah itu yang tarifnya subsidi, tapi itu hanya diberikan untuk orang Papua. Kami gak dapat subsidi," kata Agi.
Lewat Patagonia Adventure Travel, ia membanderol paket pendakian Gunung Carstensz seharga Rp 55 juta per orang.
Harga tersebut telah termasuk transportasi pergi pulang (PP) Jakarta-Nabire, pesawat Nabire-Sugapa dan biaya porter.
Termasuk pemandu selama dua minggu pendakian, peralatan pendakian kelompok, makanan, dan minuman.
"Kalau ada konflik, itu lebih mahal. Di Gunung Carstensz, problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin mahal," kata Agi.
Biaya tak terduga itu di pendakian Gunung Carstensz pu bisa banyak, terkadang bisa naik 100 persen.
Menurut Agi, belum adanya sistem pemberian gaji porter menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz.
Selain itu, lanjutnya, belum teredukasinya porter-porter menambah mahalnya biaya pendakian.
"Mereka bisa aja nuntut biaya lebih. Kalau gak dikasih dia mau pulang. Nah, kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi, mau gak mau kita turutin. Kalau gak, kita bisa rugi," jelas Agi.
Sementara itu, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana menambahkan, harga porter untuk sekali perjalanan pendakian Gunung Carstensz berkisar Rp 7-8 juta.
Sementara, lanjutnya, untuk satu orang membutuhkan dua porter.
"Yang buat mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti di Nepal," ujar Egie.
Egie menyebutkan, rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 juta-65 juta per orang.
Menurutnya, rata-rata calon pembeli masih menganggap harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal.
Keberadaan Gunung Cartensz terbilang diperhitungkan dalam dunia pendakian gunung di dunia.
Pasalnya, Gunung Cartensz termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di lempengan benua.
Bersama Mount Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika). (Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo)


