Senin, 14 November 2016

Gunung Cartensz - Biaya Pendakiannya Setara Naik Haji . Waw !!




           Gunung Cartenz jadi satu impian para pendaki, kelak jadi satu puncak yang akan disinggahi.
Sayang, butuh banyak biaya menuju titik tertinggi di Indonesia ini.
         
        Seberapa mahal pendakian menuju Gunung Carstensz?
Seorang pendaki gunung dari Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina berbagi cerita tentang mahalnya pendakian Gunung Carstensz.
     Leny mengatakan, kelompoknya yang beranggota lima orang menghabiskan biaya sekitar 55 juta per orang untuk mendaki Gunung Carstensz.
    Ia menceritakan, biaya transportasi menuju ke Papua dan ditambahnya sewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
"Ada kultur-kultur masyarakat di sana yang belum teredukasi. Kalau sudah terorganisasi mungkin murah. Risiko-risiko yang tak terduga juga jadi alasan," kata Leny seperti dilansir TribunTravel.com dari Kompas.com.
     Leny berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz bersama empat pendaki Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Mei lalu.
   Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan, mahalnya biaya pendakian Gunung Carstensz lantaran letak gunung tersebut yang sulit dijangkau.
   Misalnya dari Jakarta, lanjutnya, pendaki mesti menggunakan pesawat menuju Nabire, Papua selama enam jam.

   Setelah itu, dari Nabire menyambung dengan pesawat kecil ke Desa Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
"Yang murah itu yang tarifnya subsidi, tapi itu hanya diberikan untuk orang Papua. Kami gak dapat subsidi," kata Agi.
    Lewat Patagonia Adventure Travel, ia membanderol paket pendakian Gunung Carstensz seharga Rp 55 juta per orang.
   Harga tersebut telah termasuk transportasi pergi pulang (PP) Jakarta-Nabire, pesawat Nabire-Sugapa dan biaya porter.
    Termasuk pemandu selama dua minggu pendakian, peralatan pendakian kelompok, makanan, dan minuman.
    "Kalau ada konflik, itu lebih mahal. Di Gunung Carstensz, problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin mahal," kata Agi.
  Biaya tak terduga itu di pendakian Gunung Carstensz pu bisa banyak, terkadang bisa naik 100 persen.
   Menurut Agi, belum adanya sistem pemberian gaji porter menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz.
  Selain itu, lanjutnya, belum teredukasinya porter-porter menambah mahalnya biaya pendakian.
  "Mereka bisa aja nuntut biaya lebih. Kalau gak dikasih dia mau pulang. Nah, kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi, mau gak mau kita turutin. Kalau gak, kita bisa rugi," jelas Agi.

    Sementara itu, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana menambahkan, harga porter untuk sekali perjalanan pendakian Gunung Carstensz berkisar Rp 7-8 juta.
    Sementara, lanjutnya, untuk satu orang membutuhkan dua porter.
"Yang buat mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti di Nepal," ujar Egie.
     Egie menyebutkan, rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 juta-65 juta per orang.
    Menurutnya, rata-rata calon pembeli masih menganggap harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal.
    Keberadaan Gunung Cartensz terbilang diperhitungkan dalam dunia pendakian gunung di dunia.
Pasalnya, Gunung Cartensz termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di lempengan benua.

Bersama Mount Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika). (Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo)

Minggu, 13 November 2016

Jalur Paling Ideal ke Puncak Carstensz

MIMIKA -- Menaklukkan puncak Gunung Jaya Wijaya atau Puncak Carstensz menjadi impian pendaki gunung.
Gunung tertinggi di Indonesia itu termasuk dalam  jajaran seven summit dunia.
Untuk mencapai puncak itu, ada beberapa jalur yang bisa ditempuh para pendaki.

Jalur yang paling populer adalah dengan melintas melalui jalur pertambangan PT Freeport Indonesia.Jalur melalui Tembagapura tersebut sering dinilai sebagai jalur paling ideal, karena pendaki bisa memanfaatkan moda transportasi milik PT Freeport Indonesia.
Namun, untuk mendapatkan izin melintas melalui jalur tersebut hingga mencapai basecamp, tidak mudah. Bahkan tergolong cukup rumit, karena pendaki membutuhkan banyak surat rekomendasi dari berbagai instasi.
Supaya kegiatan pendakian tidak terkendala urusan perizinan, ada jalur lain yang bisa ditempuh para pendaki, yakni jalur Sugapa-Ugimba-Carstensz. Jalur tersebut selain dinilai paling aman, juga memiliki beragam keunggulan seperti kesempatan melihat Sungai Kemabu yang memiliki wisata arung jeram, dan Sungai Nabu  dengan aliran terbalik ke arah Gunung Carstensz.
Selain itu, sepanjang jalur pendakian bisa ditemukan sungai yang memiliki bau harum,  serta menjadi sumber garam di atas gunung. Ada pula air terjun dan padang golf di Putigapa.
Ugimba
Ugimba merupakan desa yang berada di Distrik Sugapa, Papua dan dari sini terbuka sebuah jalur pendakian menuju ke Lembah Danau-Danau yang merupakan base camp untuk menggapai Puncak Carstenzs Pyramid.
Dalam perjalanan menuju base camp, Lembah Danau-Danau, ada beberapa pos peristirahatan yang dapat digunakan pendaki salah satunya adalah Pos Somatua.
Pos tersebut berada pada ketinggian 4.000 m dpl dan cukup menarik diapit oleh tebing tinggi di sisi kanan dan kirinya. Saat Subuh pendaki sudah dapat menikmati butiran-butiran salju yang menempel pada tenda mereka.
Lama pendakian ke Carstensz dari jalur Sugapa-Ugimba-Carstensz-Ugimba-Sugapa, membutuhkan waktu sekitar 14 hari 13 malam.

Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi Di Kaki Mahameru

Keindahan Ranu Kumbolo, Surganya Maha Meru

         Saat ini, aktivitas mendaki atau hiking sedang banyak diminati oleh para wisatawan. Tidak dipungkiri hal ini juga karena dampak sebuah film layar lebar yang diangkat dari novel best seller “5 CM”. Gara-gara film 5 CM ini, aktivitas hiking yang dulunya dianggap berbahaya dan membutuhkan training khusus, seolah terlihat mudah. Terlebih lagi di film ini menyuguhkan sinematografi keindahan Gunung Semeru yang selama ini tak banyak diketahui orang.

Meledaknya film ini membuat banyak orang berbondong-bondong untuk mendaki Gunung Semeru. Pendakian mereka tidak semua sampai puncak. Kebanyakan mereka mendaki hingga sampai Ranu Kumbolo, kemudian berkemping di sana.


Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo juga merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini menjadi tempat berkumpul bari para pendaki untuk berkemah.

Akses menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo, keindahan surga di dunia


Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Bagi Anda yang berada di luar Jawa Timur, dapat menggunakan jalur udara menuju Malang melalui bandar udara Abdurrahman Saleh. Namun jika Anda lebih menyukai perjalanan yang santai, dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru.

Setelah tiba di kota Malang, Anda bisa mncari angkutan umum menuju desa Tumpang kemudian berhenti di Terminal Tumpang. Perjalanan selanjutnya dapat Anda tempuh menggunakan mobil jeep (SUV) yang disewakan penduduk sekitar menuju Ranu Pani.

Hal-hal yang harus dipersiapkan

Berkemah di Ranu Kumbolo akan jadi pengalaman tak terlupakan        Sejujurnya, perjalanan wisata menuju Ranu Kumbolo bukanlah perjalanan yang mudah, malah dapat dikatakan perjalanan yang berat karena membutuhkan kekuatan fisik yang prima dan perbekalan yang cukup.

Disarankan bagi Anda yang ingin berwisata ke sini, paling tidak selama satu minggu sebelumnya latihan fisik terlebih daulu. Latihan fisik ini bisa berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang bisa meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh Anda.

Selain fisik, siapkan foto kopi KTP sebanyak tiga lembar, surat keterangan sehat dari dokter, dan materai. Di Ranu Pani nanti sebelum mendaki, Anda akan diminta melakukan registrasi dengan menunjukkan dua surat ini. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan sebagai tindakan penyelamatan bisa terjadi sesuatu yang buruk pada Anda saat perjalanan.

Hal terakhir yang harus Anda siapkan sebelum melakukan perjalanan adalah peralatan mendaki seperti jaket (usahakan jaket tebal yang tahan air), kaos kaki, sarung tangan, penutup kepala, penutup telinga, masker, sleeping bag, tenda, makanan, dan air minum. Bawalah persediaan air yang cukup. Anda juga bisa membawa coklat atau madu untuk membantu menambah stamina saat perjalanan mendaki.

Perjalanan menuju Ranu Kumbolo

Kejernihan air danau di Ranu Kumbolo    Tiket masuk ke Ranu Kumbolo kurang lebih 10.000 Rupiah per orang dan 20.000 Rupiah per tenda. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada dua alternatif jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo yaitu melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-ayek.

Jalur Watu Rejeng jauh lebih mudah ditempuh namun membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan melalui jalur Bukit Ayek-ayek, perjalanan jauh lebih cepat tetapi jalannya curam dan cukup berbahaya bagi pendaki pemula.

Dari pos pendaftaran di Ranu Pani, Anda akan melakukan perjalanan dengan jalan kaki sejauh lima sampai tujuh kilometer menyusuri lereng bukit yang ditimbuhi bunga edelweiss. Eits, meskipun bunga edelweiss ini tumbuh liar tetapi sebaiknya Anda jangan memetik sembarangan. Karena bunga ini termasuk bunga langka yang harus kita lestarikan.

Kemudian Anda akan tiba di Watu Rejeng, sebuah spot yang memiliki batuan terjal yang indah. Perjalanan Anda selanjutnya akan didampingi oleh pemandangan lembah dan bukit yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Jika beruntung, Anda dapat melihat kepulan asap dari puncak Semeru. Perjalanan ini memakan waktu lima sampai tujuh jam, tergantung kekuatan fisik Anda. Sepanjang perjalanan, terdapat 4 pos peristirahatan yang dapat Anda gunakan bila lelah.


Sesampainya di Ranu Kumbolo, Anda dapat mendirikan tenda, dan berkumpul bersama pendaki-pendaki lainnya. Jika cuaca cerah saat malam hari, Anda bisa melihat gugusan bintang dalam galaksi bima sakti yang indah. Dan saat matahari mulai terbit keesokan harinya, Anda bisa melihat keindahan matahari terbit di balik dua bukit hijau yang dipadukan dengan beningnya air danau.

Yang perlu Anda perhatikan ketika berada di sini

a. Air di danau Ranu Kumbolo sangat bersih dan jernih, sehingga bisa langsung diminum. Anda dilarang mandi, buang air dan berenang di danau ini.

b. Saat malam udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat Celcius, oleh karena itu penting bagi Anda untuk membawa jaket khusus mendaki.

c. Bawalah kantong plastik sendiri khusus untuk tempat sampah. Jangan meninggalkan sampah di lingkungan ini meskipun hanya sebungkus permen.


Gunung Carstensz Papua, Salah Satu Pendakian Termahal di Dunia


Kondisi pendakian Carstenz Pyramid, Papua, oleh tim 7 Summits Indonesia. Mereka berhasil mencapai puncak pada 18 April 2010 dan menggunakan kondisi alam Papua untuk berlatih sebelum mendaki enam gunung tertinggi di dunia.
Pendakian Gunung Carstensz Pyramid, Papua ternyata memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan pendakian Gunung Elbrus di Rusia maupun Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Biaya pendakian Gunung Carstensz sekitar Rp 5-10 juta lebih mahal dibanding kedua gunung tersebut.
Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan pendakian Gunung Carstensz dibanderol dengan harga berkisar Rp 55 juta per orang. Pendakian Gunung Carstensz ditempuh dalam waktu sekitar dua minggu.
"Dibandingkan kita pergi ke Gunung Elbrus dengan gunung yang lebih tinggi, dengan fasilitas yang lebih enak, tingkat keamanan dan kepastian yang lebih baik. Pendakian Gunung Elbrus masih lebih murah," kata Agi kepada KompasTravel saat ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.
Menurut Agi, harga paket pendakian Gunung Elbrus dengan ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl) berkisar sekitar Rp 45 juta per orang selama 10 hari pendakian. Ia melanjutkan, padahal Gunung Elbrus itu terletak di luar negeri yakni di Benua Eropa yang jauh dari Indonesia.
"Di sana, fasilitasnya enak. Makanan terjamin. Keamanan terjamin juga dibanding Papua," ungkapnya.
Menurutnya, paket pendakian Gunung Carstensz juga termasuk dalam peringkat ketiga termahal di dunia. Secara biaya, Gunung Carstensz berada di bawah Gunung Everest di Nepal dan Gunung Vinson Massif di Kutub Selatan.
"Tapi kalau Gunung Everest, itu pendakiannya lama. Paling cepat tiga bulan. Vinson Massif itu jauh kemudian di Kutub Selatan. Kalau di Carstensz ini ini problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin mahal," jelas Agi.
Sementara, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana, menyebutkan, rata-rata operator pendakian di Indonesia menjual paket pendakian ke Gunung Elbrus sekitar Rp 40-50 juta per orang. Harga tersebut termasuk tiket pesawat Jakarta - Moskow PP, peralatan pendakian kelompok, makanan dan minuman, penginapan, dan biaya porter serta pemandu.
"Kalau di Gunung Kilimanjaro juta berkisar Rp 45-50 juta. Itu untuk pendakian selama 10 hari," jelas Egie kepada KompasTravel "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.
Gunung Cartensz dengan ketinggian 4.884 mdpl termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Gunung Everest, Asia; Kilimanjaro di Afrika dengan ketinggian 5.885 mdpl; Elbrus di Eropa dengan ketinggian 5.642 mdpl; Aconcagua di Amerika Selatan dengan ketinggian 6.962 mpdl; Mckinley di Amerika Utara dengan ketinggian 6.670 mdpl, dan Vinson Massif di Antartika dengan ketinggian 5.535 mdpl.

Rabu, 20 Januari 2016

Dieng Penuh Cerita


suasana gunung prau dieng.
Ini adalah perjalanan Terakhir kita di kelas 11, banyak rintangan dan halangan yang kita alami saat mendaki menuju puncak Gunung Prau, Dieng.
   Ini kisah Perjalananku bersama sahabat tercinta, Hari menunjukan tanggal 15 Juni 2015 saat itu kita telah selesai menjalankan UAS dikelas 11, rencana menuju ke Dieng telah direncanakan dengan matang, Berangkat pukul 12.30 kumpul di rumahku. tidak boleh lebih dari jam itu semua harus sudah siap. semua teman-teman telah kumpul dan mempersiapkan semua peralatan yang akan dibawa.

    Mobil pun telah datang semua bergegas menuju mobil dan berangkat. di Perjalanan semua menikmati indahnya pemandangan dari dalam mobil. Mobil yang kita tumpangi mogok di tengah perjalanan daerah perbatasan DIENG-Wonosobo sekitar 30 menit Mobil diperbaiki dan akhirnya kita melanjutkan perjalanan, saat sampai di Gardu Pandang Rombongan kita diteriaki oleh para tukang Ojek bahwa Jalur Menuju Dieng Longsor mau tidak mau kita harus naik Ojek untuk menuju Pos pendakian Gunung Prau. kita melakukan registrasi dan melaju menuju puncak...
Perjalanan mendaki pun dinikmati dengan penuh suka cita. kami pun bertemu para pendaki kecil dari wonosobo dan saling menyapa akhirnya mendaki bareng...

   sesampainya di atas kita mendirikan tenda dan merebahkan diri sejenak untuk mengistirahatkan badan yang telah lelah mendaki. malamnya saya dan beberapa teman saya menikmati indahnya rasi bintang yang luar biasa, sungguh ciptaan tuhan yang tiada duanya..
    paginya kita tidak memikirkan capek atau lapar karena saking indahnya pemandangan di atas puncak gunung Prau semua menikmatinya rasa lelah, dingin, lapar, terbayar sudah dengan keindahan bukit terhapar di kanan dan kiri, bukit teletubis yang idah tidak kami lewatkan untuk menjelajahinya..
    Perjalanan pun kita lanjutkan ke Candi Arjuna. dengan berjalan kaki menyusuri Jalanan Berdebu dengan rasa lelah kami perjuangkan untuk sampai di Candi Arjuna...
Sekian Cerita Ku. semoga menjadi Inspirasi perjalanan Anda...
my foot step be withnes of my trip...




























Senin, 18 Januari 2016

Keluarga Besar XII tkj 1

Keluarga Besar XII TKJ 1

  Semoga Menjadi Kenangan Kita di Kelas 12, Suka maupun duka, Senang maupun sedih kita lewati bersama, peduli satu sama lain ( terkadang egois juga! hehe ) Semoga Setelah lulus tak lupa sahabat...
Weess toh, ndak usah sedih mulu mending liat foto foto kita aja yuk cekidot.....=>>


Nunggu Foto Selfi dulu
jalan nyook
ibu PKK










tanpa beban
panas panas selfi dulu

Mbok Kepaduk
balik nyookk
nunggu Poto
Abis Foto Selfi dulu